Ambiguitas Cakap Hukum pada Penyandang Disabilitas
“Probelmatika ini menyebabkan mereka kehilangan hak untuk membuat keputusan atas tubuh, masa depan, pekerjaan, bahkan kehilangan harta kekayaannya,” jelas Nurul.
“Probelmatika ini menyebabkan mereka kehilangan hak untuk membuat keputusan atas tubuh, masa depan, pekerjaan, bahkan kehilangan harta kekayaannya,” jelas Nurul.
Pemenuhan hak perempuan dan anak penyandang disabilitas berhadapan dengan hukum di level institusi pengadilan masih menghadapi tantangan dan hambatan. Peraturan Mahkamah Agung sangat dibutuhkan agar berbagai upaya penyediaan akomodasi yang layak, penerapan penilaian personal, hingga memastikan sumber daya manusia aparatur pengadilan yang berperspektif disabilitas, dapat berjalan lebih optimal. Situasi ini menjadi sorotan dalam kegiatan Pembahasan…
Sebagai kelompok marjinal, para penyandang disabilitas begitu berjarak dari masyarakat. Karya visual seperti film dokumenter bisa menjadi ruang yang tepat untuk mempertemukan keduanya. Hal inilah yang diyakini oleh komunitas Forum Film Dokumenter (FFD) saat menginisiasi program Feelings of Reality. Feelings of Reality sendiri merupakan program pembuatan film dokumenter berbasis Virtual Reality atau (VR) yang mengangkat…
PROFIL SAPDA (SENTRA ADVOKASI PEREMPUAN, DIFABEL, DAN ANAK) Lembaga SAPDA merupakan singkatan dari SENTRA ADVOKASI PEREMPUAN DIFABEL DAN ANAK, Badan Hukum Atas nama lembaga SAPDA no. 51 tahun 2005 dengan Akta Notaris Anhar Rusli, diubah dengan no. 7 tahun 2013 dengan akta notaris Herry Sabto Widodo, dan dilakukan perubahan bentuk kelembagaan menjadi Yayasan pada tahun…
Polemik mengenai penyandang disabilitas mengendarai kendaraan masih menjadi fokus berbagai pihak, agar pemenuhan hak penyandang disabilitas dapat terpenuhi, khususnya disabilitas tuli yang ingin mendapatkan SIM. Dalam hal ini, SAPDA terlibat dalam diskusi yang membahas logo difabel untuk menandai pengendara difabel di DIY hari Kamis, 30 Maret 2017 yang dimulai pukul 09.00 bertempat di sekertariat Komite Disabilitas…
Untuk transformasi pemahaman secara mendalam dan mendorong perluasan issue tentang Difabilitas, Gender dan Kespro kepada stakeholder ataupun komunitas di dalam dan diluar komunitas difabel, Lembaga SAPDA mengadakan sekolah untuk perempuan dan perempuan difabel yang materinya mengenai 3 issue yaitu tentang Difabilitas, Gender dan Kesehatan Reproduksi. Sekolah dilaksanakan mingguan yaitu tiap hari Sabtu dan dimulai pada…
Pendampingan korban kekerasan berbasis gender dan disabilitas kekerasan menyimpan beragam cerita di baliknya. Berbagai tantangan dihadapi lembaga penyedia layanan dalam memastikan penyandang disabilitas dapat memperoleh keadilan, mulai dari kendala komunikasi, layanan yang belum didesain untuk memenuhi kebutuhan disabilitas, hingga penolakan dari keluarga atau bahkan korban itu sendiri. Yayasan Sentra Advokasi Perempuan, Difabel dan Anak (SAPDA)…
Selamat untuk para pelamar berikut yang lolos seleksi tahap 1 sebagai calon staff WDCC SAPDA. – Ahsani Soleha, Alsa Lowtogana, Arie Bella Mahendra, Kyantan Gita Palupi, Lalu Hartawan Mandala Putra, Santio Hutabarat, Rapla Diarda Aparta, Rizka Aina Nur Safitri. – Silahkan menunggu informasi selanjutnya dari HRD SAPDA (WA: 081333466174).
Sholih Muhdlor, Low vision disability “..disabilitas bukanlah hambatan, so what? Lalu kenapa??” Disability/Difabel Day memiliki arti yang sangat luas, sejak digaungkan oleh PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) pada tanggal 3 Desember, setiap person with disability mendapatkan pengakuan dari dunia Internasional. Banyak cara dalam memperingati hari penting ini, bisa dengan kampanye, gelar aksi, diskusi, konser, jalan santai, lomba…